Perempuan yang terjaga menyusur waktu lewat tengah malam, sendiri, bersama kesunyian, bersama hawa dingin, bersama sekumpulan bayangan tentang kekasihnya yang jauh.
"Ku kira bila aku melihat wajahmu hingga terlelap, atau sampai habis batrei ponsel, kita sudah seperti muda mudi diluar sana, romansanya pasaran, tapi bukankah itu lelucon yang menyentuh" pikirku.
"Ah.. Bukan jamannya" timpal batinku selanjutnya.
"Bukannya bukan jamannya, seperti tidak pernah rindu saja kamu" ucapku kemudian seolah kutunjukan pada diriku sendiri.
Setelah kutulis ini, aku akan menelpon mu. Kita lihat, apa romansa pasaran akan terjadi malam ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar