Senin

Cinta di Sudut Jogja

Cahaya buram jatuh dalam bayangan jalan setapak yang basah, ketika kujumpai sosok mata yang berbinar. Tersenyum menyembunyikan sisa rasa sungkan dalam sudut bibirnya, ia berkata "Hai !".
Ketampanannya tersembunyi samar oleh gelap malam, namun kaca mata ini memperjelas pandanganku, setidaknya , mata yang teduh itu mampu ku pandang. Sebelum ia mendekat, dan nampaklah sudah semuanya, senyum yang merekah dengan deretan gigi yang rapi, mata yang sayu dengan tatapan yang mendayu, kurasa ia malaikat, batinku.
Kutemui ia di sudut kota Jogja, dengan rambut basah yang dibuat oleh gerimis kala itu, seolah memberikan isyarat untuk ku mendekat dan memayunginya.
Dibawah payung hitam kami melangkah bersama,menyusuri setapak demi setapak jalan Malioboro, suara bising jalanan menyamarkan degup jantung yang berdegup amat kencang. Lampu remang menyembunyikan senyumku yang sering merekah tatkala ia memandang.
Angin menjadi saksi perbincangan, sebelum kami harus berpisah dipersimpangan jalan.




Sampai jumpa kekasih, di sudut Jogja.



Tidak ada komentar: