Senin

Ukiran kenangan di Kota Jepara

Jemari itu masih erat menggenggam sebelum terlepas oleh waktu yang terus berjalan, ku sandarkan kepala yang mulai berat ini pada bahunya yang tinggi dan tegap bagai bangunan yang kokoh menjulang ke cakrawala, sesekali kupandangi garis dagunya yang terbelah, ia menatap nanar jauh kedepan, matanya kian menyipit menerjang cahaya mega.
Ia melepaskan genggamannya, dan akupun memandanginya, mungkin ia sadar, dan memandangku kembali, aku tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya, perlahan namun pasti. Matanya semakin dalam menatap, dan aku semakin tenggelam olehnya. Tak lama kurasakan sensasi itu, ia akhiri dengan mengecup keningku dan kembali menggenggam jemariku, aku mematung menghadap ke lehernya. Namun ia tak menyimaknya dan kembali asyik menerjang cahaya yang menyilaukan itu.
Seolah tidak perlu ada banyak kata yang harus kami ungkapkan, cukup diam dan keheningan memanjakan suasana saat itu.
Kunikmati kembali genggamannya, dan mengikutinya menerjang cahaya di depan kami. Pandanganku mulai nanar kedepan, sudahkah ? apakah ini sudah ?, batinku berkecamuk. Waktu semakin membuat garis pantai menghapus lingkaran matahari yang semakin oranye.
Aku semakin gelisah tak karuan, pikiran dan hati tak lagi mau bersatu membuat pelangi sendiri di dalamnya. Dia menoleh kehadapanku, tersenyum dan berkata "Pulang ?" . Oh tidak, sungguh ini akan terjadi sebentar lagi. Kembali kujatuhkan kepalaku pada bahunya. ia memeluk tubuhku yang meringkuh. Kurasakan sensasi hangat yang merasuk dalam tubuhku, sebelum akhirnya aku berkata "Mari ". Dan ia berdiri,menjulurkan tangannya membantuku berdiri mengikutinya.
Kami berjalan mengiringi garis ombak, yang mengukir bekas kecoklatan di Pasir pantai, menghapus jejak kaki kami yang semakin menjauh dari pantai. Matahari sudah tenggelam, hanya sebersit awan oranye masih menggores langit yang mulai menghitam, sunset di Teluk Awur menutup pertemuan kita.

  

Mungkin tak akan ada lagi cerita yang sama untuk terjadi kembali. Kamu, matahari dan pantai, akan menjadi kenangan di Kota Jepara, selamata tinggal sayang, aku harus pulang.

Tidak ada komentar: