Selasa

Di Balik Jendela Kaca


Hujan membuatku ingin selalu bercerita, meski engkau tetap murung dan mengacuhkan.
Tak apa, bila nanti kau sudah kembali dalam tawamu, aku akan dengan senang hati mengulanginya lagi, nanti kita akan duduk di sofa, melirik hujan dari jendela kaca, kupangku kepalamu yang tengah berbaring, ku kecup lembut keningmu, dan akan ku ceritakan kembali, cerita tentang hujan yang tersenyum.
Suara petir, akan memeriahkan cerita kita.
Derasnya hujan, menghangatkan pelukan kita.
Gelap awan ,tak merenggutkan ciuman kita.
Kita akan tertawa dalam gemuruh riuh angin hujan diluar sana.
Kita nikmati teh hangat bersama, hanya berdua. Kita berbicara tentang masa depan, berangan tentang masa tua, dan bermimpi akan istana kita di Surga. Barangkali dengan ini kita dapat lebih dalam menggali tentang makna rumitnya cinta.


"Aku bisa bersembunyi dari hujan, tetapi aku tidak akan pernah bisa bersembunyi dari mu,
kekasihku".

Tidak ada komentar: